PHYSICS FOR FUN

Fisika merubah dunia …….

Pendahuluan

Mekanika

Mekanika merupakan cabang ilmu fisika pertama yang dikembangkan sebagai ilmu eksak. Alasannya tidak lain karena hukum – hukum fisika yang dinyatakan didalam persamaan – persamaan matematika mampu mendeskribsikan dan menprediksikan hasil dari suatu pengukuran dari gejala – gejala alam. Kelebihan dari keberadaan mekanika, selain mampu memprediksikan secara akurat gejala – gejala alam, tetapi juga dapat digunakan untuk mengontrol perilaku – perilaku tertentu yang dibutuhkan. Secara umum mekanika adalah ilmu yang mempelajari gerak objek (termasuk dalam kondisi statis) yang didasarkan pada teori yang dikemukakan pada tahun 1687 oleh Sir Isaac Newton dalam tulisannya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica atau yang dikenal dengan Principia. Melalui teori ini, fenomena – fenomena dibidang ilmu lain dapat dijelaskan, antara lain dalam bidang Astronomi (contoh: gerak benda – benda langit), kimia (contoh: tumbukan antar molekul), geologi (contoh: perambatan gelombang seismik melalui kerak bumi yang ditimbulkan oleh gempa bumi), dsb. Seiring perkembangan ilmu fisika yang ditunjukkan dengan bermunculannya cabang – cabang lain seperti kelistrikan-kemagnetan yang dikemukakan oleh James Clark Maxwell di sekitar abad ke-19 dan relatifitas yang dirintis oleh Eisntein pada abad ke-20, namun mekanika tetap menjadi dasar bangunan dari cabang – cabang tersebut.

Didalam mekanika, terdapat 3 bahasan utama, yaitu kinematika, dinamika dan kesetimbangan. Didalam kinematika, kita akan membahas segala bentuk gerak dari objek tanpa perlu mengetahui penyebab gerak tersebut. Sedangkan didalam dinamika, kita akan membahas ge-rak dengan mengamati segala penyebab gerak tersebut, dalam hal ini sistem gaya yang bekerja pada objek. Dan didalam bagian kesetim-bangan, kita mengamati sistem gaya yang bekerja pada suatu objek sedemikian hingga objek mengalami kesetimbangan. Pembahasan ini diawali dengan kasus – kasus sederhana yang melibatkan objek berupa partikel (diskret) dalam sistem 1 dimensi. Dengan dasar inilah ke-mudian dibahas objek kontinyu (yang dapat didekati sebagai kumpulan partikel – partikel yang terdistribusi) dalam sisitem dimensi yang lebih tinggi.

Pustaka :
Symon, K.R. 1971.Mechanics. 3thedition.Addison-Wesley Publihing Company. Reading, Massachusetts.
Fitzpatrick, R (Associate Professor of Physics). 2006. Classical Mechanics an introductory course. The University of Texas at Austin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: